Saturday, July 27, 2019

Milikilah Hati yang Lurus

_Baca: Kisah Para Rasul 8:4-25._

"Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah." (Kisah 8:21)

Dunia hari-hari ini adalah dunia yang dipenuhi dengan orang-orang yang justru semakin sibuk menjaga uang dan harta kekayaannya, sibuk menjaga perusahaan dan aset-asetnya, sibuk menjaga penampilan jasmaninya agar tetap kelihatan cantik dan tampan, sibuk menjaga jabatan dan popularitasnya agar tidak kalah pamor, dan sebagainya.

Kita semua lupa bahwa sesungguhnya kunci dari segala hal dalam hidup ini adalah hati kita. Alkitab menyatakan: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23). Mengapa hati kita harus selalu dijaga? Karena dari hati timbul segala pikiran jahat (baca Matius 15:19). Iblis sedang gencar-gencarnya mempengaruhi manusia dengan menawarkan segala kenikmatan dunia. Jika manusia tidak dapat menjaga hatinya, mata hatinya akan semakin gelap, dan akhirnya dalam hati timbul berbagai niat jahat.

Ada tertulis: "Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu." (Matius 6:22-23). Ingatlah bahwa hidup yang sedang kita jalani hari ini hanyalah pancaran dari apa yang ada di dalam hati kita. Kalau hati kita lurus maka jalan kita pun akan lurus. Hati yang lurus adalah hati yang bersih, tidak tipu daya atau bebas dari segala kejahatan.

Tuhan adalah Tuhan yang berlimpah kasih karunia. Namun kasih karunia Tuhan tidak diberikan kepada sembarang orang. "Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani." (Keluaran 33:19). Tuhan memberikan kasih karunia-Nya kepada orang-orang yang berhati lurus. Kalau kasih karunia itu diberikan kepada orang yang hatinya bengkok, kasih karunia-Nya pasti akan disalah gunakan, bukan untuk kemuliaan nama Tuhan, tapi kemegahan diri sendiri. Contohnya, Saul ditolak Tuhan dan Daud dipilih-Nya, karena Tuhan mendapati Daud punya hati yang lurus. Orang yang hatinya tidak lurus akan kehilangan berkat dan kesempatan dari Tuhan, sebaliknya orang yang hatinya lurus pasti dikasihi Tuhan.

Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya." (Yesaya 26:7).

Sunday, July 14, 2019

Berkat dan Beban

"BERKAT DAN BEBAN"

Jika seorang mendapat rumah besar, itu adalah berkat. Tapi harus membersihkannya setiap hari itu adalah beban.

Jika seorang mempunyai bayi, itu adalah berkat. Tapi harus bangun tengah malam, dan merawatnya itu adalah beban.
Jika seorang mencapai gelar sarjana tinggi, itu adalah berkat. Tapi harus belajar dengan konsisten tiap hari, itu adalah beban.

Jika kita mendapat kesembuhan yang sempurna, itu adalah berkat. Tapi harus hati-hati memelihara kesehatannya, itu adalah beban.

Berkat dan beban adalah suatu paket yang tidak dapat dipisahkan.
Kita tidak dapat hanya meminta berkat tanpa mendapat beban.

Jika kita memusatkan perhatian kita kepada beban, maka kita tidak pernah merasakan berkat.
Tapi apabila kita memusatkan perhatian kita kepada berkat yang akan kita terima, maka kita akan merasa ringan untuk menanggung bebannya.

Ingatlah bahwa beban yang kita pikul tidak akan melampaui kekuatan kita.
Sebab itu…
Bersyukurlah setiap hari, karena tiap hari adalah berkat.

"Semoga Bermanfaat"